Tuesday, 15 April 2014

Terminal Wisata Grafika Cikole, Lembang


Dan Lembang, bukan hanya sekedar bagian dari Bandung yang dingin. Tapi lebih dari itu, ia melibatkan bumi perkemahan, wisata outbond, hotel-hotel dan tempat kulineran.
*gagal romantes*


Sesuai janji Pak Bos, setelah mandi dan berendam air hangat di Ciater, kami melanjutkan perjalanan ke Lembang. Penginapan telah dipesan di Terminal Wisata Grafika Cikole. Apah? Nginep di Terminal? Yang bener aja!!

Eitss, santai dulu. Jangan su'udzhon dulu. Gugling dulu, gih. Atau baca tulisan saya sampai habis :)) 

Terminal Wisata Grafika Cikole merupakan tempat wisata yang tepat untuk menyelenggarakan aktivitas outbound bagi keluarga, instansi, sekolah dan reuni komunitas apapun. Tempat wisata ini dilengkapi dengan restoran serta hotel yang berada di kaki gunung dengan ketinggian 1400 meter di atas permukaan laut. Lokasinya berada di Jalan Raya Tangkuban Perahu km 8, Desa Cikole, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Udara yang sejuk dengan suhu 17 - 20 derajat celcius dengan kontur area yang berbukit dan dikelilingi hutan pinus seluas 9 ha membuat diri ini menggigil dan ingin pelukan/kelonan selimutan terus-terusan.

Penginapan yang disediakan ada beberapa macam. Ada kamar honeymoon, kamar keluarga, sampai tenda! Jangan takut tendanya bocor atau rembes karena safety banget. Di bagian bawahnya sudah dipasang papan, di dalamnya pun tersedia kasur. Namun sayang, saya nggak nginap disana :( 


Sumber : liburan-anak.com
Patung Selamat Datang
Anak-anak Tangga
Kesannya Horor Gitu
Lampu-lampu di Kamar


Mungkin, karena saya keasikan foto-foto, saya jadi kehabisan bahan cerita. Jadi, biarkan foto-foto ini saja yang bercerita, ya :')

Saturday, 12 April 2014

Edisi Jadi Fotografer di Ciater



Ciater atau yang juga dikenal dengan Sari Ater adalah tempat wisata yang terletak di Subang, Jawa Barat, dengan objek wisata air panas sebagai andalannya. Mata air panas di Ciater ini berasal dari Gunung Tangkuban Parahu yang lokasinya tidak begitu jauh dari tempat tersebut. Karena lokasinya masih di pegunungan, maka postingan ini saya masukkan ke label mountaineering ya. Lumayan kok, trekkingnya :D

Air panas di Ciater juga tersedia bermacam-macam yaitu berupa aliran air sungai, pancuran, kolam berendam hingga air panas di termos untuk menyeduh kopi. Saya pribadi sudah beberapa kali kesini sebelumnya. Dan rasanya malas bila harus kesini dengan alasan tamasya kantor. Istilah kerennya; gathering.

Perjalanan dimulai dari Bekasi pukul tujuh pagi. Itu pun karena saya kesiangan dan terlambat datang. Padahal seharusnya jadwal keberangkatan yaitu pukul enam pagi. Saya cuek bebek masuk ke mobil kantor yang terakhir stand by di parkiran (Iya, lima mobil lainnya sudah berangkat duluan!) Belum sempat teman-teman kantor saya cuap-cuap mengomentari ke-ngaretan yang keterlaluan ini, saya lebih dulu pulas melanjutkan tidur yang tertunda. Saat itu saya dijadikan seksi dokumentasi. Sudah tentu tak akan ditinggal rombongan.

Tol Cikampek ramai lancar. Tidur saya pun begitu pulas hingga ternyata pukul sebelas siang kami sudah tiba di lokasi tujuan. Saya melewatkan momen haha-hihi selama di mobil. Biarlah, saya juga sudah terlalu asyik dengan dunia saya sendiri :(

"Peraturan pertama, semua peserta dan panitia wajib mandi di air panas!" Ujar seksi acara. Yang lainnya sibuk membawa gembolan berisi baju ganti, sementaran saya hanya cengengesan dengan tas kamera tersampir di bahu.

"Agita, kamu nggak bawa baju ganti?" Ternyata seksi acara sadar dengan bawaan saya.

"Enggak." Ujar saya singkat. Saya benar-benar menjadi makhluk menyebalkan hari itu.

"Ya udah, kamu foto-foto aja." Ujarnya memerintah. Saya melengos. Dan tak seperti biasanya, saya yang selalu nyengir di depan lensa kini menjadi seorang pendiam yang berkutat dengan kotak ajaib di genggamannya. Saya jadi fotografer amatiran di Ciater :(


Thursday, 3 April 2014

Es Campur Bawon


"Mang, es campur satu. Bawonnya banyakin yah.."

"Loh, Bawon itu nama saya."

"Loh, kirain es campurnya pake Bawon. Makanya penasaran Bawon itu apa."

"Bukan, Bawon itu nama saya."

Krik krik krik...

As we know, Cirebon panas banget! Terus masa panas-panas makan nasi jamblang atau empal gentong. Pasti nyari yang segar-segar dulu, kan? Nah, kalau mau cari yang segar tinggal ke Alfamart terus beli teh kotak. Tapi yang bener aja, udah jauh-jauh ke sana masih jajan teh kotak :(

Es Campur Bawon adalah rekomendasi pertama saya sebagai pelepas dahaga dari Cirebon yang panas. Letaknya tidak jauh dari Stasiun Cirebon Kejaksan, di dekat alun-alun atau Masjid Raya. Pas di pinggir jalan Kartini. Kenapa Es Campur Bawon? Karena ada Bawonnya? Bukan! Bawon itu nama yang jual!

Karena ini...



Perpaduan antara kopyor, kolang-kaling, alpukat, sirup pisang susu ditambah dengan 5 biji durian utuh! Gimana rasanya? PECAH!! Alpukat dicampur es susu aja udah enak banget, lah ini ditambah durian. Gak kebayang kan rasanya? Aduh, lumer di mulut. Meleleh. Melted. Cakep. Maniiiiis :))

Saya lebih pilih nyebut Es Bawon ini es teler daripada es campur. Karena bener-bener bikin saya teler. Nge-fly. Nggak ngerti lagi deh. Wajib dicoba selagi jomblo. Apa hubungannya, Git? Ya, daripada jomblo ngenes dan frustasi terus nenggak baygon, mending minum ini! Hidup kamu akan terasa lebih manis. Serius!

Es Campur Pak Bawon disajikan dalam sebuah gelas ukuran besar dengan harga duapuluh ribu rupiah. Dijamin lebih memuaskan daripada minum teh kotak yang harganya tiga ribuan. 

Saya pribadi suka makan es campur, es teler, es durian (dari eskrim duren sampai sop duren), es alpukat, tapi baru ini saya terhipnotis oleh Es Bawon. Padahal nggak ada bawonnya :(

So, Jangan lupa mampir kesini kalau lagi panas-panasan di Cirebon. Bisa naik angkot dan turun di Jalan Kartini (Cangking), bisa juga naik becak. Penjualnya baik banget. Ajak foto bareng terus twitpic ke saya, ya!

Friday, 28 March 2014

Sepucuk Review dari Teman


Pagi itu, saya sedang suntuk-suntuknya. Bingung mau nulis apa, sebel karena udah lama nggak naik gunung. Iya, semua gunung ditutup sampai akhir Maret. Tapi tiba-tiba, saya dibuat kaget oleh mention yang masuk dari @Donieansyah, isi twitnya seperti ini:


Haaah? Blog ini ada yang nge-review?? Terus saya harus gimana? Kan saya cuma blogger biasa, bukan selebtwit :') 

Nggak usah pake lama, berikut postingan Doni di blog pribadinya yang saya ambil dari sini.



Tulisan tentang perjalanan/liburan adalah sebuah tulisan yang selalu membuat orang iri dan berimajinasi tentang tempat yang di ceritakan. Sudah tahun 2014 tapi kalian belum tahu menujujauh.com? mari simak ini.




menujujauh.com adalah sebuah personal web yang di buat oleh seorang anak muda kreatif yang bernama AGITA VIOLY yang di tunjukan untuk pecinta jalan jalan, lebih tepatnya pendakian. yaa web tersebut berisi tentang perjalan backpaker penulis sendiri, dari mulai gunung,pantai sampai kota-kota besar kadang juga ada kuliner.

Seiring semakin terkenalnya olahraga pendakian dan semakin tingginya rasa penasaran akan perjalan seseorang kegunung membuat web tersebut semakin ramai viewers untuk beberapa postingan seperti SEMERU dan RINJANI, ya kedua postingan itu sangat amat terkenal menurut dia, mungkin karna fenomena film 5cm yang membuat orang-orang semakin penasaran dengan semeru.

Saya sendiri udah tau web itu dari tahun 2013, berawal dari dari sebuah foto yang di upload oleh bang Irfan Ramadhani (beberapa pasti sudah mengenal dia) ya bang irfan mengupload




Ya foto itu membuat saya penasaran, bukan dengan wanita yang memakai jersey bertuliskan jani, tapi penasaran dengan gunung rinjaninya. Saya yakin pasti wanita tersebut mempunyai blog untuk menulis catper (catatan perjalan). yaa foto tersebut yang membawa saya dengan menujujauh.com

Awal saya kenal dulu, namanya personal web tersebut adalah agitavio.blogspot.com (kalo salah maap git :D) terus berubah nama jadi menujujauh.com, kalo yang saya tau nama tersebut di dapat dari kado yang di berikan seorang teman kepada agit pas muncak ke rinjani, versi lengkap mari kesini RINJANI

Awal baca postingan ke itu tentang semeru, kenapa semeru? karena saya merasa kagum ketika ada seseorang yang bisa sampe puncak ke semeru, soalnya saya belom sempet kesitu ahaha. tulisan dikemas secara ringan kas orang bercerita dengan teman secara lisan bukan secara tulisan.

Di menujujauh.com sekarang terdapat banyak sekali cerita, tidak terbatas hanya di gunung saja.




yaa walaupun saya keseringan mengulang baca di postingan berlabel mountaineering tapi akan saya coba menreview beberapa :)

City Trip
Berisi tentang perjalan Agit si penulis ke kota kota besar(kalo kecil itu desa)dengan teman sesama backpakeran, lebih sering sama om RIffat, malah saya bilang di mana ada Agit disitu ada om Riffat ahaha mereka berdua lebih sering bilang "Napak Tilas" untuk setiap kota yang pernah dia kunjungi sebelumnya, kalo menurut saya itu nostalgia sama kenangan :D.

Mountaineering
ini adalah postingan yang selalu saya suka, walaupun berifat perjalanan mendaki gunung, tapi ketika membaca kita kadang tertawa sendiri, senyam senyum dan berimajinasi sendiri karna kelakuan team yang ikut mendaki, jangan sungkan untuk membacanya. *RECOMMEND

Travel Story
Isinya hampir sama dengan mountaineering, cuma ini ada cerita dibalik perjalan, biasanya awal sebelum Agit si penulis memulai perjalannya.

Culinary
ya tidak usah sama review pasti udah tau kan dari judulnya, yang saya tau Agit itu suka sekali sama yang namanya pisang, soalnya paling kaga bisa diem kalo ada orang punya pisang pasti selalu minta (itu yang saya tahu).

Ya itu sedikit review saya tentang personal web dari Agit, pokoknya kalo situ wanita/cewe yang berminat mendaki tapi masih takut wajib baca postingan di menujujauh.com biar jadi semakin yakin.


OH iya jangan lupa juga beli buku "RUMAH ADALAH DIMANAPUN" Ciptaan Agit dan beberapa pendaki wanita :)




 Mari ditunggu review buku tersebut disini :)


SELESAI.

Saya haru. Serius. Sempat terbersit niatan untuk nraktir Doni Pop Es, tapi ia menolak. Bukan karena nggak enak, tapi kata neneknya, ia nggak boleh makan pop es. Jadi ya udah, saya jajan pop es aja sendirian :(

Dari situ saya sadar....

*hela nafas panjang* 

Terkenal, punya banyak fans, followers bertambah, traffic blog naik terus, bisa bikin buku, atau nama saya mejeng di Gramedia hanyalah sekedar feedback dari konsistensi saya dalam menulis. Lima tahun saya urus blog ini, dari tulisan alay sampai keren kayak gini bukan berarti semua pembacanya suka. Ada beberapa kritik yang masuk, dari yang bikin down sampai kritik membangun. Tapi itu nggak bikin saya berhenti untuk nulis. Saya tetep ngoceh dan nggak peduli blog ini ada yang mau baca atau nggak. Ada yang ngisi kolom komentar atau nggak. Yang penting saya berkarya dulu, kalau orang lain suka, itu namanya bonus.

Dan yang paling penting, tulisan saya cukup bermanfaat untuk orang lain. Ada yang terhibur dengan kegalauan saya selama jalan-jalan, ada yang mampir ke blog ini untuk mencari informasi seputar pendakian, ada juga yang diam-diam jatuh cinta sama saya cuma karena baca blog ini. Aaaaah :')

Siapa, Git? Siapa?
Ada deh :p

Dear, Reader Menuju Jauh...
Tetap setia main kesini yah :')

Terimakasih atas apresiasinya,
Saya bangga menjadi penulis :')
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...